Waktu itu ceritanya lagi nongkrong santai di rumah teman, cuma berempat, ditemani kopi dan camilan seadanya. Awalnya cuma ngobrol biasa soal kerjaan dan hal random, sampai akhirnya salah satu dari kami nyeletuk soal tisu4d . Katanya lagi sering main di sana dan sempat beberapa kali dapat hasil lumayan. Dari situ obrolan langsung berubah jadi penuh rasa penasaran.

Akhirnya, karena suasana lagi santai dan semua pegang HP masing-masing, kami sepakat buat coba bareng-bareng. Bukan dalam arti patungan satu akun ya, tapi masing-masing daftar sendiri dan main dari akun masing-masing. Rasanya beda aja, karena biasanya kalau main sendirian itu lebih sepi. Kali ini ada teman yang ikut komentar, ketawa, bahkan ikut tegang kalau hampir dapat kombinasi bagus.

Awal main masih santai. Kami pilih game yang tampilannya paling menarik dulu. Warna-warni cerah dan efek suaranya bikin suasana makin hidup. Setiap kali ada putaran yang hampir menang, langsung heboh satu ruangan. Ada yang teriak, ada yang ketawa, ada juga yang langsung nyalahin “kurang hoki”. Momen kayak gitu justru yang bikin pengalaman terasa seru.

Salah satu teman sempat dapat kemenangan kecil berturut-turut. Nggak besar banget, tapi cukup bikin semangat naik. Dia langsung jadi pusat perhatian. Kami bercanda bilang dia lagi “on fire”. Tapi nggak lama kemudian, gantian dia yang zonk beberapa kali. Dari situ kami mulai sadar kalau ritme permainannya memang naik turun, nggak bisa ditebak.

Yang paling terasa sebenarnya bukan soal menang atau kalahnya, tapi kebersamaannya. Setiap keputusan mau lanjut atau berhenti selalu dibahas bareng. “Gas lagi nggak?” atau “Udah deh, stop dulu sebelum habis,” jadi kalimat yang sering keluar malam itu. Ada semacam kontrol sosial juga, karena kalau main sendirian kadang suka kebablasan. Dengan ada teman, rasanya lebih terjaga.

Di tengah permainan, kami juga sempat diskusi soal risiko. Salah satu dari kami cerita pengalaman kurang enak karena pernah terlalu terbawa suasana sampai lupa waktu dan uang yang keluar lebih banyak dari rencana. Cerita itu jadi pengingat buat semuanya supaya tetap pakai batas. Akhirnya kami sepakat dari awal cuma pakai dana yang memang sudah disiapkan untuk hiburan, bukan uang kebutuhan.

Menjelang malam, suasana mulai lebih tenang. Ada yang sudah berhenti karena merasa cukup, ada juga yang masih lanjut beberapa putaran terakhir. Hasil akhirnya? Nggak ada yang menang besar, tapi juga nggak ada yang sampai rugi parah. Kami justru lebih banyak ketawa daripada seriusnya.

Dari pengalaman itu, aku pribadi merasa kalau main bareng teman memang beda rasanya. Lebih seru, lebih ramai, dan ada momen kebersamaan yang nggak didapat kalau sendirian. Tapi di sisi lain, tetap harus sadar kalau ini permainan berbasis keberuntungan dengan risiko nyata.

Akhirnya malam itu ditutup dengan obrolan santai lagi, tanpa fokus ke hasil akhir. Buat kami, yang paling diingat bukan nominalnya, tapi cerita heboh dan tawa yang muncul sepanjang permainan. Pengalaman itu jadi pengingat juga bahwa apa pun bentuk hiburannya, yang penting tetap tahu batas dan nggak lupa kendali diri.